Tag Archives: perilaku agresif

Home / perilaku agresif
1 Post

Setidaknya ada enam kesalahan orang tua dalam mendidik anak yang mempengaruhi perkembangan emosi seorang anak :

  1. Orang tua kurang menunjukkan ekspresi kasih sayang baik secara verbal dan fisik. Anak perlu mendapatkan kata kata sayang, pujian, cerita, nyanyian dan humor yang membuatnya terhibur. Seorang ibu harus selalu hangat kepada anaknya sejak dia dilahirkan. Ibu harus senantiasa mengadakan kontak mata dan fisik dengan anaknya. Prosesnya biasanya melalui penyusuan, mengganti popok dan bermain. Anak membutuhkan ciuman, belaian, pandangan mata mesra dan juga pelukan. Ekspresi ini sangat diperlukan terutama bagi anak balita. Hal ini akan memberikan rasa aman. Dia akan merasa diterima dan diberi dukungan.
  2. Orang tua kurang meluangkan waktu yang cukup bagi anak. Ada anggapan bahwa kualitas kebersamaaan dengan anak jauh lebih baik dibandingkan dengan kuantitas waktunya. Namun kualitas kebersamaan yang baik tidak dapat terwujud jika orang tua kurang meluangkan waktu dengan anak-anaknya. Ukuran kualitas dan kuantitas dinilai dari seberapa besar anak merasa diperhatikan orang tuanya.
  3. Orang tua bersikap kasar secara verbal misalnya menyindir, mengecilkan anak dan berkata kasar. Kata-kata kasar akan membuat anak merasa tidak berguna dan minder. Anak akan mengadopsi sifat tersebut sehingga ia menjadi anak yang kasar pula.
  4. Orang tua bersifat kasar secara fisik. Misalnya memukul, mencubit dan memberikan hukuman badan lainnya. Orang tua berasumsi tingkah laku agresif anaknya dapat dihilangkan dengan hukuman badan. Padahal menurut para pakar pukulan dan kata kata kasar yang diucapkan justru akan meningkatkan agresivitas anak.
  5. Orang tua terlalu memaksa anaknya supaya menguasai kemampuan kognitif. Salah satu caranya memasukkan anak ke sekolah formal SD pada usia lima tahun. Periode early childhood pada tahapan pertumbuhan anak berakhir pada usia enam hingga tujuh tahun. Pada usia ini perkembangan otak telah mencapai tingkat kompleksitas mirip orang dewasa. Maka pada usia inilah anak sudah siap masuk SD yang memiliki sistim formal terstruktur. Selain itu anak sudah senang berkumpul kumpul dengan kawan kawannya diluar lingkungan keluarga. Sedangkan pada usia lima tahun kebawah umumnya anak belum mencapai tingkat kematangan ini. Jika dipaksakan anak akan merasa tertekan menghadapi pelajaran. Pada akhirnya hal ini akan mempengaruhi rasa percaya diri mereka.
  6. Orang tua tidak menambah good caracter atau karakter yang baik kepada anak. Sebahagian orang tua menganggap apabila anak sudah bisa mengaji atau belajar agama dengan sendirinya dia akan memiliki moral yang baik. Padahal pengetahuan agama tidak menjamin seorang anak bertingkah laku baik. Karena itu karakter baik seperti kejujuran, kasih sayang, tanggung jawab adil, dsb harus diberikan sejak usia dini.

Komunitas Koral Ciliwung NIKOCI

Pendidikan karakter, pentingnya pendidikan karakter

DAMPAK NEGATIF AKIBAT KESALAHAN ORANG TUA

 Anak menjadi acuh tak acuh tidak membutuhkan orang lain serta sulit menerima persahabatan. Hal Ini terjadi karena sejak kecil dia memendam kemarahan, rasa tidak percaya dan gangguan emosi negatif lainnya. Akibatnya saat dewasa dia cenderung menolak orang orang disekitarnya. Dia kelihatan sangat mandiri tetapi tidak hangat kepada orang lain.

  1. Anak tidak memiliki respon emosi yang positif. Anak yang ditolak sulit memberikan cinta kepada orang lain.
  2. Perilakunya agresif suka menyakiti orang lain secara verbal atau fisik.
  3. Minder merasa dirinya tidak berharga dan berguna
  4. Selalu memandang lingkungannya secara negatif. Dia merasa dirinya tidak aman, khawatir, minder, curiga dan sulit mempercayai orang lain.
  5. Emosinya tidak stabil. Cirinya dia tidak toleran, tidak tahan terhadap stress, mudah tersinggung, mudah marah, dan sikapnya sering tidak terduga.
  6. Perkekmbangan emosional dan intelektualnya tidak seimbang. Dampaknya seperti mogok belajar, kenakalan remaja, tawuran dsb.

Penulis : Ratna Megawangi (Indonesian Heritage Foundation)

Beli Indonesia !