Tag Archives: logo helm sni

Home / logo helm sni
1 Post

Bentuk perlindungan tubuh yang dikenakan di kepala yang biasanya terbuat dari metal atau bahan keras lainnya seperti kevler, serat resin, atau plastik. Helm merupakan perangkat penting bagi pengendara kendaraan bermotor roda dua yang memiliki fungsi untuk melindungi pengendara dari bahaya kecelakaan. Dapat memberikan perlindungan tambahan pada sebahagian dari kepala ( bergantung pada struktur) dari benda jatuh atau kecepatan tinggi. Helm harus memiliki kwalitas yang baik sesuai dengan standar mutu yang telah ditetapkan.

Helm SNI

Helm SNI

 

Tips cara membedakan helm SNI yang benar dan diragukan secara visual atau kasat mata

  1. Perhatikan bagian luar dari batok helm, apakah ada logo SNI dalam bentuk emboss atau tidak. Logo SNI yang ada pada bagian luar batok helm harus benar benar yang di emboss bukan bentuk tempelan seperti stiker. Bagian luar dari batok helm berfungsi untuk melindungi kepala dari benturan bidang datar dan benda tajam.
  2. Perhatikan bagian EPS Shell/styropor (styrofoam) jika terlihat tipis dan kalau dipegang dan ditekan oleh jari tangan terasa lembek, maka perlu dipertanyakan SNI dari helm tersebut. Bagian EPS Shell/styropor (styrofoam) berfungsi untuk meredam energy benturan.
  3. Ukurlah lebar tali dari sebuah helm apabila tali kurang dari 20 mm atau 2 cm maka helm ini tidak memenuhi syarat SNI. Tali ini berfungsi untuk memastikan helm tetap berada di kepala pada saat terjadi tabrakan atau benturan.
  4. Perhatikan songket pengait/quice di bagian ujung tali harus terbuat dari bahan besi. Apabila terbuat dari plastik maka helm tersebut tidak lulus pengujian SNI.
  5. Perhatikan cara pemasangan tali (chainstrap) dibagian kuping dari sebuah helm, apabila hanya terlihat paku saja yang mengaitkan tali tersebut kebagian batok helm tanpa ada steel bracket (bahan dari bahan besi) maka dipastikan helm tersebut tidak lulus pengujian SNI.
  6. Perhatikan steel bracket pada bagian tali seharusnya terbuat dari bahan besi dan tidak terlalu tipis, apabila terbuat dari bahan aluminium yang tipis maka kemungkianan besar helm tersebut tidak lulus pengujian SNI .
Helm SNI Full Face

Helm SNI Full Face

Helm SNI Half Face

Helm SNI Half Face

Untuk Memenuhi Persyaratan Produk Helm Harus Lulus Ujian

  1. Uji penyerapan kejut (impact test)
  2. Uji penetrasi
  3. Uji ketahanan impack miring.
  4. Uji pelindung dagu (khusus untuk helm full face)
  5. Uji kekuatan sistim penahanan
  6. Uji kelicinan sabuk/tali pengikat.
  7. Uji keausan sabuk/tali pengikat
  8. Uji efektivitas sistim penahanan

Informasi label pada helm kenderaan bermotor yang diatur dalam SNI 1811-2007 harus

  1. Merek atau logo
  2. Tanda SNI harus berupa emboss nama perusahaan (tercantum di kemasan helm)
  3. Tipe/model ada 2 jenis yaitu full face (standar tertutup) yang menutup kepala bagian atas , bagian leher dan bagian mulut. Open face (standar terbuka)
  4. Ukuran helm ada dibagian belakang helm yaitu M, L, XL.

 

Helm Unik Apakah Sudah SNI? Cek ya.

Helm Unik Apakah Sudah SNI? Cek ya.

Helm Unik Apakah Sudah SNI? Cek ya.

Helm Unik Apakah Sudah SNI? Cek ya.

 

LABORATORIUM PENGUJIAN HELM PENGENDARA KENDARAAN BERMOTOR BERODA DUA

Balai Besar Bahan dan Barang Teknik (BAT)

Jalan Sangkuriang no. 14 bandung

Telp. 022-2504088 fax. 022-2502027

Email.B4t@bdg.centrin.net.id

 

Sanksi bagi pelaku usaha yang menjual Helm bukan SNI

  1. Pencabutan Surat Ijin Usaha Perdagangan (SIUP) oleh Pejabat Penerbit SIUP
  2. Pencabutan Perizinan Teknis Lainnya oleh Pejabat Berwenang

Dasar hukum

  1. Undang Undang no 8 tahun 1999 Tentang Perlindungan Konsumen.
  2. Undang Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Penggunaan Helm Berstandar SNI adalah Wajb, Aturan Penggunaan Helm SNI Efektif berlaku
  3. Peraturan Menteri Perdagangan No. 14/M-DAG/PER/3/2007/ tgl 7 maret 2007   tentang Standarisasi Jasa Bidang Perdagangan dan Pengawasan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib terhadap barang dan jasa yang diperdagangkan akan diberlakukan secara penuh terhitung 7 september 2007.
  4. PERMENDAG no 20/M-DAG/PER/5/2009 Tentang Ketentuan dan Tata Cara pengawasan Barang dan/ atau Jasa.
  5. PERMENDAG NO. 22/M-DAG/PER/5/2010 Tentang Perubahan atas Permendag no 62/M-DAG/PER/12/2009 tentang Kewajiban Pencantuman Label Pada Barang.

 

Intip juga artikel yang berguna lainnya, Disini