Tag Archives: kanker serviks

Home / kanker serviks
6 Posts
Kanker Serviks Pembunuh No. 1

Kanker Serviks Pembunuh No. 1

Kanker serviks atau kanker mulut rahim disebut-sebut sebagai jenis kanker nomor satu di dunia yang membunuh kaum wanita. Meskipun termasuk sebagai jenis kanker yang mematikan namun jika kanker ini diketahui sejak dini, maka peluang kesembuhan sesungguhnya masih terbuka lebar. Karena itulah kaum wanita perlu mengenali gejala awal kanker serviks agar kanker ini bisa terdeteksi sejak dini. Beberapa hal yang menandai kemunculan kanker serviks dan perlu diwaspadai oleh kaum wanita antara lain:

 

  • Terjadinya keputihan yang berlebihan
  • Munculnya pendarahan sesudah menopause
  • Adanya pendarahan setelah berhubungan seksual
  • Terjadinya pendarahan di luar siklus menstruasi
stadiun kanker serviks

stadiun kanker serviks

Dari beberapa gejala awal kanker serviks tersebut, salah satu gejala yang kerap diabaikan oleh kaum wanita adalah munculnya keputihan yang berlebihan. Banyak kaum wanita yang beranggapan bahwa keputihan merupakan sesuatu hal yang wajar terjadi. Padahal tak selamanya keputihan bersifat normal. Keputihan perlu diwaspadai jika berjumlah banyak, berbau, berwarna kuning hingga kehijauan, dan menimbulkan rasa gatal. Bila keadaan ini terjadi, sebaiknya kaum wanita segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

Keputihan yang normal pada umumnya tidak berjumlah banyak, tampak bening atau encer, tidak berbau dan tidak menimbulkan rasa gatal. Keputihan normal terjadi sebagai bentuk pertahanan tubuh untuk menghalau bakteri-bakteri jahat. Keputihan normal juga berfungsi sebagai pelicin alami pada organ intim kewanitaan.

Solusi Keputihan

Solusi Keputihan

Nah, selain mengamati beberapa gejala awal kanker serviks tersebut, kaum wanita perlu melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin. Pemeriksaan pap smear sebaiknya dilakukan tiga tahun sesudah hubungan seksual yang pertama kali dilakukan. Bila didapati hasil normal atau sehat, maka lakukan kembali pemeriksaan pap smear secara rutin satu tahun sekali. Namun jika didapati kondisi yang tidak normal, maka perlu dilakukan pemeriksaan sesuai dengan anjuran dokter. Pada kaum wanita yang berusia di atas 30 tahun, pemeriksaan pap smear perlu ditambahkan pula dengan pemeriksaan HPV DNA. Sebab pada usia ini resiko terinfeksi virus HPV (Human Papilloma Virus) penyebab kanker serviks sangatlah besar.

Penyebab Keputihan

Penyebab Keputihan Pada Wanita

 

Hampir semua wanita pernah mengalami keputihan. Nah, sebenarnya apakah penyebab keputihan pada wanita? Keputihan tak wajar yang dialami oleh kaum wanita disebabkan oleh berbagai hal. Berikut ini beberapa penyebabnya.

  1. Makanan dan minuman manis

Kebiasaan mengkonsumsi makanan manis ternyata menjadi salah satu pemicu terjadinya keputihan yang tak normal pada wanita. Kadar gula yang terdapat dalam makanan maupun minuman bisa membuat tingkat keasaman pada organ intim kewanitaan menjadi turun. Keadaan ini selanjutnya membuat mikroorganisme yang merugikan berkembang dengan cepat. Karena itulah, kaum wanita sebaiknya membatasi mengkonsumsi makanan dan minuman yang manis-manis termasuk makanan yang mengandung tepung.

  1. Membilas organ intim kewanitaan secara berlebihan

Sebagian kaum wanita mempunyai kebiasaan membilas organ intim kewanitaan dengan menggunakan cairan khusus atau douching. Jika dilakukan sesekali, kegiatan tersebut memang bisa menjaga kebersihan organ intim kewanitaan. Namun bila dilakukan secara berlebihan, maka kandungan di dalam sabun khusus tersebut bisa merusak keseimbangan bakteri dan jamur yang terdapat pada organ intim kewanitaan. Rusaknya keseimbangan bakteri dan jamur inilah yang kemudian menjadi penyebab keputihan pada wanita.

  1. Mengkonsumsi antibiotik

Kaum wanita yang sedang mengkonsumsi antibiotik biasanya juga mengalami keputihan yang tak wajar. Keadaan ini tak lain disebabkan oleh kandungan-kandungan dalam antibiotik yang mengubah kadar bakteri dan juga mengubah keasaman pada organ intim kewanitaan.

  1. Kondisi tubuh yang lemah

Saat sistem kekebalan tubuh mengalami penurunan, sebagian wanita akan mengalami keputihan yang berlebihan. Misalnya saja pada seorang wanita yang sedang stress berat, wanita yang sedang mengalami influenza atau pada wanita penderita HIV atau AIDS. Kekebalan tubuh yang menurun membuat tubuh tak mampu melawan jamur dan bakteri.

  1. Kehamilan

Wanita hamil umumnya mempunyai kadar estrogen yang tinggi. Keadaan inilah yang membuat wanita hamil lebih mudah mengalami infeksi jamur yang menjadi penyebab keputihan tak wajar.

Itulah 5 penyebab keputihan pada wanita yang wajib diketahui oleh kaum wanita. Pengetahuan ini akan membuat kaum wanita menjadi lebih waspada dan tidak panik saat mengalami keputihan yang dirasakan tidak wajar. Namun sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika dirasakan keputihan tak normal terlalu sering terjadi dan dirasakan menganggu.

 

Solusi Keputihan

Solusi Keputihan

Mengatasi Keputihan Pada Ibu Hamil

Mengatasi Keputihan Pada Ibu Hamil

Ketika memasuki masa kehamilan, kaum wanita lebih mudah mengalami keputihan. Karena itulah kaum wanita perlu mengetahui cara mengatasi keputihan pada ibu hamil. Pengetahuan ini begitu penting sebab keputihan yang terjadi tidak boleh dibiarkan saja. Terlebih jika keputihan berlangsung pada trimester pertama kehamilan. Tetapi pengobatan terhadap keputihan ini harus dilakukan dengan hati-hati, mengingat pada trimester pertama janin masih sangat lemah.

Para ibu hamil perlu mengetahui jika peningkatan cairan pada organ intim kewanitaan memang akan terjadi selama kehamilan. Karena itulah ibu hamil tidak perlu merasa panik jika dirasakan cairan keputihan keluar lebih banyak dari biasanya. Satu hal yang perlu diwaspadai adalah bila cairan keputihan tersebut menimbulkan rasa gatal dan berbau tak sedap. Jika keputihan seperti ini dibiarkan terus terjadi, maka bisa mengakibatkan bayi lahir prematur akibat infeksi bakteri pada organ intim kewanitaan. Keputihan tak wajar selama kehamilan juga menaikkan resiko kematian bayi hingga 40x lipat.

Langkah penting untuk mengatasi keputihan di saat kehamilan adalah dengan mengupayakan menjaga organ intim kewanitaan tetap kering. Para ibu hamil bisa melakukannya dengan memilih pakaian dalam yang mampu menyerap keringat atau tidak terbuat dari bahan sintetis. Dalam satu hari, para ibu hamil bisa mengganti pakaian dalam beberapa kali untuk menjaga kebersihan dan kelembaban pada organ intim kewanitaan.

Cara mengatasi keputihan pada ibu hamil selanjutnya adalah dengan mengatur waktu agar ibu hamil memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat. Sebab tubuh yang terlalu lelah juga menjadi pemicu terjadinya keputihan yang tidak normal. Tubuh yang kelelahan membuatnya tak mampu melawan bakteri-bakteri jahat yang berkembang dalam tubuh. Ibu hamil juga harus menjaga diri agar tidak stress agar keputihan bisa terkendali. Selain itu ibu hamil sebaiknya tidak menahan diri untuk buang air kecil agar resiko terjadinya infeksi bisa dikurangi.

Nah, jika keputihan tak wajar terjadi, maka sebaiknya hindari mengkonsumsi obat-obatan untuk mengatasi keputihan tanpa pengawasan medis. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter sebab dibutuhkan cara mengatasi keputihan pada ibu hamil yang tepat tanpa mengganggu perkembangan janin.

 

Gejala Awal Kanker Serviks

Gejala Awal Kanker Serviks


Kanker serviks atau kanker mulut rahim disebut-sebut sebagai jenis kanker nomor satu di dunia yang membunuh kaum wanita. Meskipun termasuk sebagai jenis kanker yang mematikan namun jika kanker ini diketahui sejak dini, maka peluang kesembuhan sesungguhnya masih terbuka lebar. Karena itulah kaum wanita perlu mengenali gejala awal kanker serviks agar kanker ini bisa terdeteksi sejak dini. Beberapa hal yang menandai kemunculan kanker serviks dan perlu diwaspadai oleh kaum wanita antara lain:

  • Terjadinya keputihan yang berlebihan
  • Munculnya pendarahan sesudah menopause
  • Adanya pendarahan setelah berhubungan seksual
  • Terjadinya pendarahan di luar siklus menstruasi

Dari beberapa gejala awal kanker serviks tersebut, salah satu gejala yang kerap diabaikan oleh kaum wanita adalah munculnya keputihan yang berlebihan. Banyak kaum wanita yang beranggapan bahwa keputihan merupakan sesuatu hal yang wajar terjadi. Padahal tak selamanya keputihan bersifat normal. Keputihan perlu diwaspadai jika berjumlah banyak, berbau, berwarna kuning hingga kehijauan, dan menimbulkan rasa gatal. Bila keadaan ini terjadi, sebaiknya kaum wanita segera memeriksakan diri ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

Keputihan yang normal pada umumnya tidak berjumlah banyak, tampak bening atau encer, tidak berbau dan tidak menimbulkan rasa gatal. Keputihan normal terjadi sebagai bentuk pertahanan tubuh untuk menghalau bakteri-bakteri jahat. Keputihan normal juga berfungsi sebagai pelicin alami pada organ intim kewanitaan.

Solusi Keputihan

Solusi Keputihan

Nah, selain mengamati beberapa gejala awal kanker serviks tersebut, kaum wanita perlu melakukan pemeriksaan pap smear secara rutin. Pemeriksaan pap smear sebaiknya dilakukan tiga tahun sesudah hubungan seksual yang pertama kali dilakukan. Bila didapati hasil normal atau sehat, maka lakukan kembali pemeriksaan pap smear secara rutin satu tahun sekali. Namun jika didapati kondisi yang tidak normal, maka perlu dilakukan pemeriksaan sesuai dengan anjuran dokter. Pada kaum wanita yang berusia di atas 30 tahun, pemeriksaan pap smear perlu ditambahkan pula dengan pemeriksaan HPV DNA. Sebab pada usia ini resiko terinfeksi virus HPV (Human Papilloma Virus) penyebab kanker serviks sangatlah besar.

Papsmear

Papsmear

Ciri Ciri Keputihan Pada Wanita

Ciri Ciri Keputihan Pada Wanita

Tidak semua keputihan yang dialami kaum wanita tergolong sebagai keputihan yang wajar. Ada beberapa ciri ciri keputihan untuk diwaspadai sebab bisa berpengaruh pada kesuburan. Kaum wanita perlu mengetahui hal ini dan tak boleh menyepelekannya. Berikut ini beberapa ciri-ciri keputihan tak wajar yang perlu diwaspadai kaum wanita.

  1. Warnanya

Keputihan yang tergolong wajar memiliki warna yang bening atau sedikit berwarna keputihan. Sedangkan keputihan yang perlu diwaspadai adalah keputihan dengan warna agak kuning atau kehijauan.

  1. Kekentalannya

Keputihan yang alami terlihat cair dan encer. Sebaliknya, keputihan yang tidak normal tampak lebih kental dan menimbulkan rasa nyeri pada bagian perut bawah.

  1. Jumlahnya

Keputihan alami nyaris tidak dirasakan oleh kaum wanita karena jumlahnya yang sedikit. Sedangkan ciri ciri keputihan untuk diwaspadai umumnya berjumlah banyak sehingga membuat kaum wanita merasa selalu basah pada organ intim kewanitaannya. Seringkali sebagian wanita yang mengalami keputihan seperti ini menggunakan pelapis tambahan pada pakaian dalamnya untuk mencegah rasa basah yang berlebihan.

  1. Berbau

Keputihan alami tidak menimbulkan bau yang menusuk. Sebaiknya, keputihan tak normal hampir selalu menimbulkan bau yang tidak sedap. Hal inilah yang membuat kaum wanita yang sudah menikah menjadi tidak percaya diri di hadapan pasangannya. Bau yang tidak sedap ini tentu akan membuat keharmonisan dalam rumah tangga menjadi terusik.

  1. Gatal

Keputihan alami berfungsi untuk membersihkan organ intim kewanitaan dan sebagai bentuk pertahanan dari kemungkinan terjadinya infeksi. Keputihan alami juga berperan sebagai pelicin. Karena itulah cairan keputihan alami tidak menimbulkan rasa gatal. Sebaliknya, keputihan tak wajar menimbulkan rasa gatal yang mengganggu dan membuat kaum wanita menjadi tidak nyaman.

Ciri Ciri Keputihan Pada Wanita

Ciri Ciri Keputihan Pada Wanita

Nah, dengan mengenali 5 ciri ciri keputihan untuk diwaspadai ini diharapkan kaum wanita menjadi lebih peduli pada kesehatan organ intim kewanitaan. Begitu keputihan tak normal dirasakan, sebaiknya segera lakukan langkah pengobatan baik secara medis maupun dengan memanfaatkan ramuan-ramuan tradisional. Keputihan tak normal sebaiknya tak boleh dibiarkan berlarut-larut terjadi sebab bisa menghambat kesuburan.

Solusi Keputihan

KLIK GAMBAR UNTUK SOLUSI KEPUTIHAN