Tag Archives: hukum qurban

Home / hukum qurban
1 Post

Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari pada yang Allah telah rizqikan kepadamu, dan bertaqwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-nya (Al Maidah : 88)

hewan qurban

Ibadah Qurban

Pedoman pemotongan Hewan Qurban yang halal dan higienis ini bertujuan :

  1. Memberikan pedoman bagi petugas penyembelihan dan petugs dinas yang membidangi fungsi kesmavet di daerah dalam tata cara pemotongan hewan qurban secara halal baik dan benar.
  2. Menjamin ketentraman batin masyarakat dalam mengkonsumsi Daging Hewan Qurban yang halal dan thoyyib.

Persyaratan Hewan Qurban

  1. berdasarkan pemeriksaan ante-mortem dinyatakan sehat, yaitu bulu bersih dan tidak kusam, licin, nafsu makan baik, suhu tubuh normal, lubang kumlah (mulu, mata, hidung, telingga dan anus) bersih dan normal.
  2. Tidak cacat misalnya pincang, buta, mengalami kerusakan telinga, dll.
  3. Kambing/domba: berumur di atas satu tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.
  4. Sapi/kerbau : berumur di atas dua tahun ditandai dengan tumbuhnya sepasang gigi tetap.
  5. Tidak kurus
  6. Berkelamin Jantan
  7. Tidak dikastrasi atau dikebiri
  8. Testis/buah zakar masih lengkap dua buah dan bentuk serta letaknya normal.

hewan Qurban

Persyaratan Petugas Penyembelih.

  1. Laki laki muslim dewasa
  2. Sehat jasmani dan rohani
  3. Memiliki pengetahauan dan keterampilan teknis dalam penyembelihan halal yang baik dan benar.

Persyaratan peralatan

Pisau atau golok yang digunakan tajam sehingga menjamin dapat memutus pembuluh darah, tenggorokan dan saluran makanan serta senantiasa terjaga kebersihannya dan tidak berkarat.

Persyaratan sarana

  1. Kandang penampungan sementara yang bersih, kering dan mampu melindungi hewan dari panas matahari dan hujan.
  2. Tempat penyembelihan yang kering dan terpisah dari sarana umum serta. empat penjualan makanan dan minuman
  3. Lubang penampung darah berukuran 0,5 x 0,5 x 0,5 m untuk tiap 10 ekor kambing atau 0,5 x 0,5 x 0,5 m untuk tiap 10 ekor sapi.
  4. Tersedia air bersih yang mencukupi untuk mencuci peralatan dan jeroan selama proses penyembelihan berlangsung.
  5. Tempat khusus untuk penanganan daging yang harus terpisah dari penampungan jeroan, yang senantiasa terjaga kebersihannya.
Pemotongan Hewan Qurban

Pemotongan Hewan Qurban

Perlakuan hewan sebelum disembelih

  1. Pemeriksaan anti mortem oleh petugas yang berwenang.
  2. Harus diperlakukan secara wajar dengan memperhatikan asas kesejahteraan hewan agar hewan tidak stress dan daging yang dihasilkan berkualitas baik.
  3. Diistirahatkan sekurang-kurangnya tiga hari sebelum disembelih.
  4. Diberi pakan dan minum yang cukup.
  5. Cara menjatuhkan/ merebahkan hewan harus hati hati dihindarkan cara paksa atau perlakuan kasar yang menyebabkan rasa takut yang berlebihan atau kesakitan pada hewan serta resiko kecelakaan pada petugas penyembelihan.

Penyembelihan dilakukan dengan cara agama islam sesuai dengan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan persyaratan teknis hygiene dan sanitasi antara lain :

  1. Hewan dirobohkan dengan kepala menghadap kiblat.
  2. Membaca basmalah
  3. Hewan disembelih dengan sekali gerakan tanpa mengangkat pisau dari leher pada saat memotong 3 (tiga) saluran sekaligus, yaitu :

a. Saluran makan (mar’i)

b. Pembuluh darah (wajadain)

c. Memutuskan saluran nafas (hulqum)

Proses selanjutnya dilakukan setelah hewan benar benar mati sempurna.

  • Penanganan hewan setelah disembelih sebaiknya dilakukan dengan posisi digantung pada kaki belakangnya agar pengeluaran darah, kontaminasi silang dapat dicegah dan penanganan lebih mudah.
  • Ikat saluran makan (oesofagus) dan anas agar isi lambung tidak mencemari daging.
  • Lakukan pengulitan secara hati hati dan bertahap, diawali dengan membuat sayatan pada bagian tengah sepanjang kulit, dada dan perut, dilanjutkan dengan syaatan pada bagian medial kaki.
  • Selanjutnya keluarkan isi rongga dada dan rongga perut secara hati hati agar dinding lambung dan usus tidak tersayat.
  • Pisahkan jeroan merah(hati, jantung, paru paru, limpa, ginjal, dan lidah) dari jeroan hijau (lambung, usus, esophagus dan lemak).
  • Pemeriksaan post mortem.
  • Pisahkan berkas ke tempat khusus untuk penenganan lebih lanjut.
  • Pemeriksaan post-mortem

Pemeriksaan post-mortem adalah pemeriksaan kesehatan karkas dan organ tertentu (jeroan) setelah penyembelihan dan layak dikonsusmsi. Dilakukan oeh dokter hewan atau juru uji daging atau petugas teknis yang telah mendapat pelatihan tentang meat inspector di bawah supervisi dokter hewan

Penanganan daging korban yang higienis

  1. Pada prinsipnya penanganan, penyimpanan, dan penegemasan daging harus selalu terpisah dari jeroan dan dikemas dengan menggunakan kemasan plastic khusus pembungkus makanan.
  2. Hindarkan terjadinya kontaminasi dari tangan manusia dengan daging, lalat, atau serangga lainnya, peralatan yang kotor yang kontak dengan daging (pisau, talenan, alas meja, dll), air yang kotor, dan lantai, tanah atau alas yang kotor.
  3. Petugas yang menangani daging harus selalu menjaga kebersihan diri(memakai pakaian yang bersih, mencuci tangan setiap kali menyentuh/memegang benda/bahan yang kotor dan terutama setelah dari toilet).
  4. Peyimpanan daging qurban tanpa pendingin tidak boleh lebih dari 4 jam dan harus segera didistribusikan.

Informasi lebih lanjut hubungi

DINAS PERTANIAN DAN PERIKANAN

KOTA DEPOK

Jl. Margonda raya no 54

Telp: (021) 7752737

Fax: (021) 77206748

Kota Depok- Prov. Jawa Barat

Sumber : Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Depok