Peran Farmakoekonomi dan HTA dalam Pelayanan Kesehatan

Peran Farmakoekonomi dan HTA dalam Pelayanan Kesehatan

Peran farmakoekonomi, biaya obat, biaya rumah sakit
Peran Farmakoekonomi dan HTA dalam Pelayanan Kesehatan

Oleh : Erie Gusnellyanti, S.Si, Apt, MKM

Tak seorang pun yang menginginkan jatuh sakit. Oleh karena itu orang melakukan berbagai cara untuk tetap sehat atau kembali sehat, karena kesehatan adalah hak asasi manusia. Namun untuk mendapatkan kesehatan dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Biaya pelayanan kesehatan terus meningkat, seiring dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi bidang kedokteran dan farmasi. Di lain pihak, dengan semakin tingginya biaya kesehatan, di berbagai Negara semakin dituntut agar kualitas dari teknologi kesehatan juga semakin baik sebanding dengan kenaikan biayanya. Istilah ini dikenal dengan “Value for Money”, yaitu nilai dari teknologi kesehatan tersebut sesuai dengan biaya yang dikeluarkan. Salah satu teknologi kesehatan yang mendapatkan proporsi yang besar dalam biaya pelayanan kesehatan adalah obat.
Agar masyarakat mendapatkan akses terhadap pelayanan kesehatan yang memadai dan menyeluruh dengan biaya yang terjangkau, jaminan kesehatan nasional (universal health coverage, UHC) menjadi kebijakan dari berbagai Negara, termasuk di Indonesia. UHC merupakan jawaban atas keterbatasan masyarakat untuk membayar sendiri biaya pelayanan kesehatan (out of pocket). Namun dengan keterbatasan anggaran kesehatan yang tersedia, dibutuhkan adanya pemilihan prioritas terhadap teknologi kesehatan, terutama obat, yang digunakan dan mengalokasikan sumberdaya yang tersedia seefisien mungkin, sesuai skala prioritas yang dibuat secara obyektif. Untuk melakukan pemilihan obat yang dapat dijamin pembiayaannya oleh pemerintah yang menerapkan sistem jaminan kesehatan, perlu dilakukan ‘evaluasi ekonomi’.
Evaluasi ekonomi dalam kajian obat akan sangat dibutuhkan dan bermanfaat bila disampaikan bersama dengan 3 jenis evaluasi, masing-masing memiliki pertanyaan:
1. Can it work? Apakah prosedur, pelayanan atau program kesehatan memberikan manfaat dibandingkan bahaya bagi masyarakat (do more good than harm). Evaluasi jenis ini ingin membuktikan Efficacy
2. Does it work in reality? Apakah prosedur, pelayanan atau program kesehatan do more good than harm kepada masyarakat yang ditawari pelayanan/ prosedur tsb? Evaluasi yang mempertimbangkan efficacy serta penerimaan (acceptance) oleh masyarakat tsb, merupakan evaluasi efektifitas atau manfaat obat . Evaluasi ini menjawab aspek Effectiveness
3. Apakah mencapai sasaran mereka yang membutuhkan dan accessible? Evaluasi jenis ini memperhatikan aspek ketersediaan (availability)
Pertanyaan dalam evaluasi ekonomi untuk obat dan alkes kemudian menjawab pertanyaan “Is it worth doing it, compared to other things we could do with the same money?“ Pertanyaan ini berkaitan dengan Cost-effectiveness = Efficiency
Artinya, tidak cukup dengan efficacy, safety, quality bahkan efektifitas saja tanpa membandingkan dengan sumberdaya yang dikorbankan juga dianggap belum cukup. Kemudian farmakoekonomi melengkapi kebutuhan akan jawaban apakah “worth it” (sepadan pengorbanan dengan hasil) melalui kajian Cost-Effectiveness Analysis.
Farmakoekonomi adalah bidang studi yang melakukan evaluasi perilaku atau kesejahteraan individu, perusahaan dan pasar, yang relevan dengan penggunaan produk farmasi, pelayanan, dan program. Fokusnya terutama pada biaya (input) dan konsekuensi (outcome) dari penggunaannya. Farmakoekonomi juga terkait dengan aspek klinis, ekonomi, dan kemanusiaan pada intervensi pelayanan kesehatan (sering digambarkan sebagai model ECHO, dalam pencegahan, diagnosa, pengobatan dan manajemen penyakit). Farmakoekonomi juga dapat didefinisikan sebagai ilmu yang menggambarkan perbandingan antara biaya (cost) dari suatu obat dengan luaran (outcome) yang dihasilkan.
Metode yang dapat dilakukan dalam analisis farmakoekonomi adalah cost-minimization, cost-effectiveness, cost-utility, cost-benefit, cost of illness, cost-consequence dan teknik analisis ekonomi lainnya yang memberikan informasi berharga kepada para pengambil keputusan pelayanan kesehatan untuk alokasi sumber daya yang terbatas.
Cost Minimization Analysis (CMA) digunakan ketika efek dari dua atau lebih intervensi (atau obat) yang dibandingkan adalah sama atau hampir sama (completely/ or almost identical), dengan demikian yang dipilih adalah opsi dengan biaya terendah (the least cost option). Cost-effectiveness analysis (CEA) digunakan untuk membandingkan biaya dan outcome dari dua atau lebih intervensi yang memiliki tujuan yang sama. Meski lebih mahal, suatu opsi mungkin dipilih karena hasil pencapaian tujuan juga tinggi sehingga biaya per satuan outcomenya lebih rendah atau cost-effective. Bila outcome yang digunakan adalah perspektif konsumen (utility) maka dikenal sebagai Cost Utility Analysis (CUA). Biaya yang dihitung bisa biaya dari sisi provider, dari sisi konsumen (pasien) atau keduanya. Atau bisa juga dari sisi pemerintah atau publik (societal). Hal ini disebut dengan perspektif dari biaya, yang akan mempengaruhi perhitungan dalam analisis.
Ilmu farmakoekonomi telah berkembang dengan pesat di berbagai negara termasuk di Asia-Pasifik. Data farmakoekonomi semakin dibutuhkan di banyak negara, seperti Thailand, Korea Selatan, Filipina dan Taiwan, terutama sebagai bukti pendukung dalam pengambilan keputusan obat apa saja yang akan dimasukkan dalam formularium, daftar obat esensial atau untuk persetujuan obat baru. Sedangkan di Indonesia, ilmu ini masih baru berkembang, sehingga penerapannya belum banyak dilakukan dalam pengambilan keputusan penggunaan obat. Sedangkan kajian farmakoekonomi di tingkat lokal Indonesia sangat dibutuhkan untuk menyediakan data pendukung dalam proses HTA dan seleksi obat Formularium.
Farmakoekonomi sangat penting dalam membantu upaya pengendalian biaya obat, terutama dalam penerapan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Dalam pemilihan obat, faktor efikasi dan keamanan (safety dan efficacy) merupakan salah satu pertimbangan yang penting, namun pertimbangan ekonomi menjadi sangat penting dalam hal keterbatasan anggaran. Diterapkannya JKN di Indonesia sejak tahun 2014, dengan terbatasnya anggaran yang tersedia, maka aspek pengendalian mutu sekaligus biaya obat, menjadi salah satu hal penting yang mendapatkan perhatian. Untuk itu Kementerian Kesehatan telah menetapkan Formularium Nasional sebagai acuan penggunaan obat, yang mempertimbangkan semua aspek tersebut (safety, efficacy, economy) yang berbasis bukti (EBM) dalam proses seleksi obat.
Dengan demikian, dalam pelayanan kesehatan berbasis jaminan sosial, saat ini Indonesia membutuhkan banyak data analisis farmakoekonomi dengan setting lokal. Mengingat terbatasnya studi atau analisis bidang ini di Indonesia, akan menyebabkan pengambilan keputusan didasarkan pada hasil analisis dari Negara lain. Hal ini tidak selamanya dapat dilakukan, terutama jika hasil studi dari luar negeri tersebut tidak relevan dengan kondisi Indonesia. Oleh karena itu, Indonesia membutuhkan banyak studi farmakoekomi dan HTA untuk memenuhi kebutuhan data dalam negeri, yang sesuai dengan populasi dan pembiayaan di Indonesia.
Untuk melakukan analisis farmakoekonomi dibutuhkan dua data utama yaitu data biaya dan data klinis (outcome). Kedua jenis data ini dapat diperoleh secara langsung dari pengumpulan data di fasilitas kesehatan atau pasien (data primer), maupun diperoleh dari studi lain yang sudah ada atau literatur (data sekunder). Selanjutnya kedua data tersebut dianalisis dengan metode yang sesuai atau dilakukan analisis menggunakan permodelan ekonomi yang sesuai untuk mengetahui rasio dari biaya dan outcome. Dengan demikian dapat diketahui apakah obat (atau teknologi kesehatan) tersebut memiliki outcome yang sebanding dengan biayanya (value for money). Hasil dari analisis inilah yang diambil untuk dijadikan rekomendasi terhadap kebijakan, baik kebijakan setempat (misalnya di rumah sakit), maupun Nasional.
Sebagai tahap awal dalam penerapan farmakoekonomi dalam pelayanan kesehatan di Indonesia, Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat Kesehatan telah menerbitkan buku Pedoman Penerapan Kajian Farmakoekonomi pada tahun 2013. Pedoman ini merupakan acuan yang dapat dimanfaatkan oleh penyelenggara pelayanan kesehatan dalam melakukan kajian farmakoekonomi. Dengan demikian, diharapkan pedoman ini dapat menjadi pembuka jalan penerapan farmakoekonomi dalam pelayanan kesehatan dan penggunaan obat atau menjadi literatur yang bermanfaat dalam pengembangan ilmu farmakoekonomi di Indonesia. (egn)
Sumber :
1. Bootman J.L, et al, 2005, Principles of Pharmacoeconomics, 3rd ed, Harvey Whitney Books Company : USA
2. Drummond, M.F., M.J. Sculpher, G.W. Torrance, B.J. O’Brien, and G.L. Stoddard, 2005. Methods for the Economic Evaluation of Health Care Programmes, 3rd Edition, Oxford University Press, Oxford.
3. FKM UI, 2012. Laporan Akhir Kajian Telaah Kepustakaan dan Studi Kualitatif mengenai HTA, Kemenkes RI, Jakarta.
4. Kementerian Kesehatan RI, 2013. Pedoman Penerapan Kajian Farmakoekonomi, Kemenkes RI, Jakarta.

Tags:
Farmakoekonomi, biaya obat, farmasi, value for money, analisis farmakoekonomi, HTA

Belanja Akhir Bulan Dapatkan Diskon Up To 85 % !!

Belanja Akhir Bulan Dapatkan Diskon Up To 85 % !!

Udah akhir bulan nggak terasa, udah gajian donk? Yuk Belanja Pintar di Lazada.com, Dapatkan diskon hampir di semua kategori produk. Diskon spesial sampai 85 %… Gila bingiiits… dimana lagi bisa dapat segini.

Diskon up to 85% produk kesehatah dan kecantikan
Belanja Akhir Bulan Produk kesehatan dan kecantikan di lazada.com

Klik DISINI , selanjutnya pilih kategori Fashion

Belanja Akhir bulan Gadget terbaru diskon up  85%
Belanja Akhir bulan Gadget terbaru diskon up 85%

Klik DISINI , selanjutnya pilih kategori Gadget.

Belanja akhir bulan kesehatan dan kecantikan Diskon Up to 85%
Belanja akhir bulan kesehatan dan kecantikan

Klik DISINI, selanjutnya pilih kategori Kesehatan dan Kecantikan

Belanja akhir bulan Diskon Up To 80 %
Belanja akhir bulan Diskon Up To 80 % di Lazada.com

Klik DISINI, selanjutnya pilih kategori Anak dan Mainan.

Happy Shopping !!

Bagaimana Membentuk Karakter Anak ?

Bagaimana Membentuk Karakter Anak ?

Anak-anak yang tumbuh pada lingkungan yang berkarakter, akan tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, sehingga fitrah anak yang dilahirkan suci dapat berkembang secara optimal. Untuk mencapai ini memerlukan usaha yang menyeluruh yang dilakukan oleh semua pihak keluarga terutama orang tua, sekolah dan juga komponen-komponen yang terdapat dalam masyarakat secara keseluruhan seperti lembaga keagamaan (mesjid, gereja dan sebagainya) perkumpulan olah raga, komunitas dan lain sebagainya.
Ibarat sebuah pohon yang masih kecil yang mempunyai potensi menjadi pohon yang besar, merawatnya dengan penuh kasih sayang adalah hal yang sangat esensial. Ketika pohon sedang tumbuh di sekelilingnya pasti akan tumbuh rumput rumput gulma yan akan menganggu pohon tersebut untuk menjadi kokoh. Bahkan pertumbuhan gulma akan menjadi lebih cepat dan lebih mudah tumbuh besar dibandingkan pohon itu. Kita ibaratnya tukang kebun yang merawat pohon itu, harus terus memusnahkan gulma tersebut, juga mencabutnya ketika gulma itu masih kecil. Jika tidak, pohon yang sedang kita rawat akan tumbuh kecil dan tidak dapat menjadi pohon yang kokoh seperti yang kita inginkan.
Begitu pula pada manusia, anak anak dengan fitrahnya yang bersih namun dalam proses tumbuh kembangnya pasti akan dikelilingi oleh gulma gulma (sifat sifat buruk) yang berusaha tumbuh menyaingi pertumbuhan fitrah tersebut. Sebagai “perawat kebun” tentunya kita harus waspada dengan hal ini. Maka sejak usia dini anak harus dibesarkan dan dididik dengan nilai nilai yang akan menyuburkan fitrah (kesucian manusia) untuk tumbuh kokoh.
Menurut IBNU JAZZAR AL-QAIRAWANI “ sebenarnya sifat sifat buruk yang timbul dari diri anak bukanlah lahir dari fitrah mereka. Sifat sifat tersebut lahir karena kurangnya peringatan sejak dini dari orang tua dan para pendidik(guru). Semakin dewasa usia anak semakin sulit pula baginya untuk meninggalkan sifat sifat buruk tersebut. Banyak sekali orang dewasa yang menyadari sifat sifat buruknya, tetapi tidak mampu untuk mengubahnya. Karena sifat sifat buruk tersebut sudah kuat mengakar dalam dirinya dan menjadi kebiasaan yang sulit untuk ditingalkan. Maka berbahagialah para orang tua yang selalu memperingatkan dan mencegah anaknya dari sifat sifat buruk sejak dini, dengan demikian mereka telah menyiapkan dasar kuat bagi kehidupan anak di masa dating.
Pendidikan moral pada usia dini harus dilakukan sejak anak itu lahir, dan di usia di bawah 2 tahun dapat dilakukan dengan hanya memberikan kasih sayang sebesar-besarnya kepada anak. Menurut Thomas lickona “Love light the lamp of human development. Therefore If we wish to raise good children, then we should begin by giving them our love”. Dalam hal ini Seperti di ibaratkan sebuah bejana kosong kalau di isi air “cinta dan kasih sayang” maka bejana tersebut hanya berisi air kesucian. Ketika anak dewasa, bejana (hati) ini hanya akan menebarkan kesucian dan kebajikan dalam perjalanan hidupnya. Apabila yang sering mereka dengar dan terima adalah umpatan, contoh atau nilai yang buruk maka sifat-sifat seperti inilah yang akan ditebarkan dalam perjalanan hidupnya. Maka dari itu orang tua khususnya ibu perlu sekali untuk mencium, memberikan kata kata yang manis dan mendendangkan cinta kepada bayi bayi mereka.

Pendidikan karakter, pentingnya pendidikan karakter

Apabila masa usia 2 tahun pertama anak sudah mendapatkan cinta, maka akan sangat mudah anak tersebut dibentuk menjadi manusia yang berakhlak mulia. Dan dari hasil penelitian. Anak anak usia 2 tahun sudah dapat diajarkan nilai nilai moral, bahkan mereka sudah mempunyai perasaan empati terhadap kesulitan atau penderitaan orang lain. Misalnya ketika ia melihat raut wajah ibunya yang sedih ia dapat mengekspresikan empatinya. Dinyatakan bahwa rasa empati adalah sifat alami yang sudah ada sejak anak dilahirkan yang merupakan sumber moralitas individu seperti rasa iba dan rasa ingin berbuat baik termasuk perasaan bersalah dan malu kalau melakukan hal hal yang tidak baik. Sedangkan bagaiman perasaan empati dapat terus tumbuh subur adalah tergantung dari emotional bonding dengan ibunya pada usia awal kehidupan seorang anak.
Seorang anak yang siap memasuki usia sekolah menurut GILLIGAN harus sudah dibekali dengan kesadaran emosi seperti rasa malu, rasa bersalah, perasaan disakiti, bangga dan sebagainya. Sehingga anak-anak pada usia prasekolah harus sudah dapat membedakan beberapa jenis emosi yang dirasakannya sehingga mereka tidak menjadi bingung tentang nilai nilai emosi yang dirasakan oleh mereka. Misalnya seorang anak yang merasa iba terhadap seorang anak yang dikucilkan, akan tetapi seluruh kawan kawannya mengejek anak tersebut. Disini si anak akan mempunyai rasa ambivalen antara rasa empati dan rasa takut untuk dikatakan pengecut karena tidak mau terlibat untuk terus mengejek anak yang dikucilkan tersebut. Dalam hal ini anak harus tahu bahwa merasa empati kepada anak yang dikucilkan adalah perasaan yang lebih baik yang harus dituruti.
Oleh karena itu pendidikan karakter disekolah terutama pada usia TK dan SD juga perlu dilakukan, dan tentunya disesuaikan dengan tahap perkembangan umur anak. Pendidikan Karakter berbeda dengan pendidikan moral pancasila yang selama ini dilakukan yang hanya menyentuh aspek akademik (hafalan dan pengetahuan saja), tetapi tidak melibatkan aspek emosi (feeling) dan perilaku (acting)

(Ditulis oleh Ratna Megawangi, Dosen dan Founder Yayasan Warisan Luhur Indonesia, founder Pendidikan Holistik Berbasis Karakter)

Cara Instal Lebih dari 1 BBM di Android dengan Mudah

Cara Instal Lebih dari 1 BBM di Android dengan Mudah

instal bbm lebih dari 1 di android
instal bbm lebih dari 1 di android

Teman sudah instal BBM di Android? kalau sudah, apakah ada kebutuhan untuk tambah akun BBM lagi karena kebutuhan bisnis dan lain-lain? Kalau saya butuh lebih dari 1 akun BBM untuk keperluan bisnis, karena ada beberapa bisnis yang ditekuni yaitu Rendang Uda Diego, Smart Detox, Tomica-diecast dan Belajar Internet Marketing.  Kalau mau nambah Pin BBM ikutin langkah berikut ini :

1. Instal aplikasi BBM di Google Play Store, kalau belum ada

2. Setting android harus mengijinkan adanya instalasi dari luar,  security -> device administration -> “allow instalation of apps from unknown source” diceklist

3. Setiap 1 Pin BBM memerlukan 1 e-mail, jadi sediakan e-mail sesuai jumlah Pin BBM yg di download

4. Segera Download link dibawah ini dan di instal

Klik utk Download BBM1

Klik utk Download BBM2

Klik utk Download BBM3

Klik utk Download BBM4

Klik utk Download BBM5

Yuk di share kalau artikel ini bermanfaat 🙂

Disclaimer :

Penulis nggak bertanggung jawab apabila HP jadi lambat, terjadi kerusakan, dll

Pengalaman penulis, Jika HP dg RAM 500 MB menggunakan BBM lebih dari satu dan banyak aplikasi terinstal HP akan jadi lambat, direkomendasikan HP RAM 1 G keatas. Selamat Mencoba !

 

 

 

 

 

 

TOMICA Reguler Clearence Sale ! Rp. 30000/pc* [MURAH BINGIITS]

TOMICA Reguler Clearence Sale ! Rp. 30000/pc* [MURAH BINGIITS]

tomica reguler murah
tomica reguler murah
Jual Tomica Reguler Murah
Jual Tomica Reguler Murah
Jual tomica reguler murah
Jual tomica reguler murah

Tomica Diego Shop mengadakan Clearance Sale Tomica Reguler, MURAH BINGIIITS 🙂 Update April 1st, all stock sold out

Buruan order sebelum kehabisan karena stok terbatas.

Syarat dan ketentuan berlaku :

1. Minimal Pembelian 3 pc

2. No booking

3. Harga belum termasuk ongkos kirim

4. pesan via BBM & WA, Add Pin BB 7db4434d, WA 08558029222

5. Sebutkan nomor Tomica yg dipesan, alamat lengkap selanjutnya kami akan konfirmasikan stok dan total invoice (Pengiriman via JNE)

6. Pembayaran via  transfer ke rekening berikut ini .

BCA No. Rek : 1080431038

an. Elwadi Mendri

BANK MANDIRI

No. Rek : 0700006324094

an. Elwadi Mendri

Berikut ini List Stock Clearance Sale per tgl 10 Februari 2015 (updated 13 Maret 2015)

Tomica No. 1 Mitsubishi Fuso Aeroqueen -> 1 pc
Tomica No. 5 Chevrolet Corvet Z06 (Red) -> 3 pc
Tomica No. 5 Chevrolet Corvet Z06 (blue) -> SOLD OUT
Tomica No. 6 Audi R 8 Grey -> 1 pc
Tomica No. 6 Audi R 8 Red -> 4 pc
Tomica No. 3 Animal Transporter (black) -> 1 pc
Tomica No. 7 Subaru Impreza WRX STI 4 doors -> 2 pc
Tomica No. 6 Isuzu ELF -> SOLD OUT
Tomica No. 13 Mitsubishi Fuso Canter -> SOLD OUT
Tomica No. 9 Komatsu Excavator PC 200-10 -> 1 pc
Tomica No. 8 Nissan Cima -> SOLD OUT
Tomica No. 11 SRT Viper GTS (black) -> 1 pc
Tomica No. 11 SRT Viper GTS (Red) -> 1 SOLD OUT
Tomica No. 10 Lotus Exige R-GT -> SOLD OUT
Tomica No. 16 Isuzu Gala JR Bus Tohoku(Green)->SOLDOUT
Tomica No. 16 Isuzu Gala JR Bus Tohoku (Blue) ->SOLDOUT
Tomica No. 12 Toyota Porte -> SOLD OUT
Tomica No. 12 Nissan March -> 4 pc
Tomica No. 17 Nissan March Police Car -> 3 pc -> 2 pc
Tomica No. 19 Daihatsu Mira -> 2 pc
Tomica No. 19 Chevrolate Camaro -> 2 pc
Tomica No. 18 Large Size Blower -> 2 pc
Tomica No. 23 Mitsubishi RVR -> Sold Out
Tomica No. 22 Nissan Note -> Sold Out
Tomica No. 23 Mitsubishi Mirage -> 5 pc
Tomica No. 20 Honda N Box -> 1 pc
Tomica No. 24 Kawasaki BK 117 C2 Helicopter ->SOLD OUT
Tomica No. 27 Nissan NV 350 Caravan Fire Chief Car -> 2 pc
Tomica No. 26 Tokai University Solar Car -> 2 pc
Tomica No. 30 Dinosaur Carrier -> 2 pc
Tomica No. 28 Toyota IQ -> 1 pc
Tomica No. 28 John Deere Combine -> 2 pc
Tomica No. 29 Mitsubishi Canter Sakai Moving Service -> 1 pc
Tomica No. 32 Toyota Crown -> SOLD OUT
Tomica No. 33 Volkswagen The Beetle -> SOLD OUT
Tomica No. 34 Komatsu Wheeld Excavator PW 200 -> 3 pc