Cara Bersyukur yang Benar

Home / Cara Bersyukur yang Benar

mesjid
Bagaimana cara kita bersyukur kepada Allah dan bagaimana cara merealisasikannya? Sebenarnya mudah saja tetapi kita perlu memahami hakikat dari syukur itu sendiri. Seseorang bisa disebut bersyukur bila telah memenuhi tiga syarat:
1. Mengakui nikmat yang diberikan Allah SWT dengan hatinya.
Dalam hadist nabi dikatakan bahwasanya Allah SWT berfirman: masuk waktu pagi ini diantara hambaku ada yang beriman kepadaKu dan ada yang kafir kepadaKu. Adapun yang mengatakan kami dihujani dengan karunia Allah dan rahmatNya dia adalah orang yang beriman kepadaKu dan kafir kepada bintang bintang. Adapun yang berkata kami dihujani bintang ini dan itu maka ia kafir kepadaKu dan beriman kepada bintang bintang. Jadi orang yang menisbatkan nikmat itu kepada Allah dan mengakui nikmat itu dari Allah berarti ia telah bersyukur kepada Allah.
2. Hamba yang mengucapkan dengan lisannya
Hamba yang memuji Allah dan mengucapkan Alhamdulillah maka berarti ia telah bersyukur kepada Allah SWT. Tiada yang suka dipuji selain Allah dan Allah sangat cinta kepada hamba hambaNya yang suka memujiNya. Orang yang mengucapkan alhamdullah setelah rezki yang dilimpahkan kepadanya maka ia akan diampuni dosa dosanya yang telah lalu. Dan mengucapkan Alhamdulillah tidak hanya bila diberikan nikmat saja tetapi bila ditimpa musibah pun kita mengucapkan Alhamdulillah.
3. Hamba yang menggunakan kenikmatan dalam rangka beribadah kepada Allah.
Orang yang menggunakan kenikmatan seperti harta untuk di infakkan di jalan Allah, nikmat sehat digunakan untuk beribadah kepada Allah. Rasulullah bersabda bahwa ada dua nikmat yang menusia tertipu kepadanya yaitu nikmat sehat dan waktu luang.

Mesjid 2

Dari hal di atas disimpulkan bahwa hakikat syukur itu adalah orang yang mengakui nikmat itu dari Allah dan ia nisbatkan nikmat itu hanya kepada Allah. Apabila ia menisbatkan kepada dirinya yang mengatakan bahwa nikmat itu karena dirinya maka ia telah kufur kepada Allah. Maka apabila seorang telah beryukur kepada Allah maka nikmat itu akan ditambahkan lagi bahkan berlipat ganda.
Kenikmatan itu dapat berubah menjadi malapetaka apabila kita menganggap bahwa kenikmatan yang diberikan sebagai tanda Allah sayang kepada kita padahal belum tentu., seperti sabda Rasullullah, kalau kamu melihat ada orang yang diberikan nikmat oleh Allah karena maksiatnya maka itu akan diulur oleh Allah. Dan firman Allah: ketika mereka melupakan apa yang telah diperingatkan kepada mereka kami berikan pintu pintu segala sesuatu sehingga ia merasa gembira dengan apa yang telah diberikan sekonyong konyong azab akan menimpa mereka.
Jadi kita harus mengintrospeksi diri apabila nikmat yang diberikan karena kataatan kita maka kita harus bersyukur kepada Allah ini adalah suatu keberkahan, tetapi bila nikmat yang diberikan karena maksiat yang dilakukan hal ini perlu dikhawatirkan karena hal itu diulur oleh Allah supaya kita bertambah sesat.

Daisarikan dari : ust Badrusalam,lc

SAJADAH EMPUK KLIK DISINI

KEMBALI KE HALAMAN DEPAN